Majelis Dzikir Al-Mataab di Rutan Kandangan Jadi Ruang Pendalaman Keagamaan Warga Binaan
KANDANGAN, 2 Oktober 2026 — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan menggelar pembinaan kepribadian melalui Majelis Dzikir Al-Mataab bersama warga binaan. Kegiatan diisi dengan dzikir dan penyampaian materi keagamaan oleh Ust. Sam’ani.
Selain dzikir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menyampaikan pertanyaan seputar persoalan keagamaan. Sejumlah materi yang dibahas antara lain mengenai wudhu, pandangan agama mengenai tindakan mengakhiri hidup, serta larangan mengonsumsi minuman yang memabukkan.
Ust. Sam’ani menjelaskan berbagai persoalan tersebut dari perspektif keagamaan sekaligus mengajak warga binaan memahami nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Diskusi berlangsung interaktif dengan warga binaan yang turut menyampaikan pertanyaan dan mengikuti pembahasan secara langsung.
Kepala Rutan Kelas IIB Kandangan, David Petrus Nicolas, mengatakan pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan karena memberikan ruang untuk memperkuat pemahaman sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan dan perilaku sehari-hari.
“Pembinaan seperti ini memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, bertanya, dan melakukan refleksi. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ungkap David.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam sesi tanya jawab juga menjadi bagian dari pembinaan yang mendorong komunikasi terbuka, sehingga materi keagamaan dapat lebih dekat dengan persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Majelis Dzikir Al-Mataab menjadi bagian dari pembinaan kepribadian di Rutan Kandangan yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman dan penghayatan nilai-nilai keagamaan warga binaan.
.png)